Spill Buku KISAH 1001 MALAM

Buku "Kisah 1001 Malam" yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki delapan jilid. Buku cerita yang disusun oleh Abu Abdullah Muhammad Al-Jihsiyari diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Muhammad Halabi.

Tidak ada keraguan bahwa buku cerita ini dinobatkan sebagai salah satu karya epos terbesar dan sebagai warisan Islam abad pertengahan. Pada masa lalu, belum ada pengarang yang mampu menyusun rangkaian cerita berlapis serupa "Kisah 1001 Malam". Karya klasik yang abadi hingga sekarang menambah khazanah ilmu pengetahuan tentang Islam.

"Kisah 1001 Malam" mengisahkan tentang berbagai macam cerita perumpamaan dan kisah fiktif yang relevan pada masa tersebut. Setiap suatu kejadian masa lalu, dirangkai secara apik seolah-olah peristiwa tersebut ada sehingga sulit untuk membedakan antara yang nyata dan semu. Karena itulah Jorge Luis Borges terbuai dan berhasil meramu kisah-kisahnya yang absurd. Demikian juga dalam karya-karya Gabriel Garcia Marquez maupun yang lebih lama dari mereka, Franz Kafka.

Tentang Kisah 1001 Malam

Buku ini awalnya mengejutkan dengan rangkaian kisah menegangkan. Ratu Syahrazad yang bertindak sebagai narator utama dalam kisah ini harus membual agar tidak mati di hadapan Raja Syahrayar. Sebagai anak wazir yang berpendidikan dan memiliki otak encer dan cerdas, Syahrazad tidak ingin mati konyol begitu saja seperti selir-selir sebelumnya. 

Raja Syahrayar telah bertekad kuat untuk membunuh setiap perempuan yang dikawininya setelah digauli pada malam pertama. Tekad ini bukan tanpa sebab. Ia memiliki dendam kesumat karena cintanya telah dikhianati oleh sang ratu. Saat ia pergi berburu selama beberapa hari, sang ratu memadu kasih dan birahi bersama budak berkulit hitam. Skandal itu disaksikan langsung oleh Raja Syahzaman, adik Syahrayar yang sedang berduka karena diselingkuhi juga oleh sang ratu. 

Syahrayar dan Syahzaman mengatur siasat untuk membuktikan langsung skandal sang ratu dengan budak berkulit hitam. Setelah keluar dari gerbang istana, Syahrayar memutar haluan dan bertemu sang adik yang telah menunggunya. Mereka mengintai dari tempat peristirahatan Syahzaman. Tak lama kemudian, skandal itu terjadi dan Syahrayar melihat langsung pergelutan mereka.

Siapa yang tak sakit hati melihat kekasih hatinya ditindih oleh budak jariyah, salah satu kasta terhina di masa itu. Untuk menaikkan marwahnya, Syahrayar menghukum mereka sampai mati. Dan ia bersumpah untuk membunuh setiap gadis yang dikawininya setelah digaulinya.

Karena jumlah gadis semakin berkurang, tibalah giliran para wazir yang harus mempersembahkan anak gadisnya. Syahrazad anak sang wazir maju untuk menjaga wibawa sang ayah. Ia menetapkan syarat untuk membawa serta sang adik, Dunyazad agar ceritanya dapat terus berlanjut.

Setelah raja mengawininya, Syahrazad melayani sang raja dengan mengulur waktu penghakimannya. Ia membujuk raja agar mendengarkan cerita-ceritanya. Agar tak mengantuk dalam bertutur, Syahrazad meminta izin pada baginda agar Dunyazad ikut mendengarkan ceritanya. Syahrazad mampu membuat raja penasaran pada setiap malam, pada setiap kisah, pada setiap alur cerita yang ganjil. Ia sengaja menggantung ceritanya di penghujung malam agar sang raja batal menghukumnya demi mendengarkan kisah selanjutnya. Begitulah sampai malam-malam berikutnya sang raja urung menghukumnya dan mulai terhibur.

Adapun buku "Kisah 1001 Malam" yang terbagi dalam tujuh jilid ini, masing-masing menceritakan kisah yang saling terkait. Bahkan ada pula kisah yang jalan ceritanya hampir sama dengan tokoh yang berbeda sehingga mulai agak membosankan. 

Baiklah, mari kita spill ke-delapan jilid buku "Kisah 1001 Malam":

  • Jilid ke-1 terdiri malam ke-1 hingga ke-45. Di sini Syahrazad menuturkan sebanyak 37 kisah, termasuk di dalamnya kisah yang ganjil tentang Jin Ifrit. Selain itu ada juga kisah Raja Yunan, Rauyan Al-Hakim, Raja Sinbad, Khalifah Harun Ar-Rasyid, Wazir Ja'far Al-Barmaki, Wazir Nurudin, Wazir Syamsudin, Raja Tiongkok, tabib Yahudi, saudagar Nasrani, manusia batu, tukang cukur dari Baghdad, dan kisah-kisah aneh lainnya.
  • Jilid ke-2 dimulai dari malam ke-46 hingga malam ke-128. Ada kisah tentang dua wazir di Kerajaan Basrah, hikayat Ghanim bin Ayyub, kisah Shawab, kisah Kafur, kisah Qut Al-Qulub, hikayat Raja Umar An-Nu'man dan dua orang putranya, serta kisah tentang Putri Ibrizah. Khalifah Harun Ar-Rasyid muncul lagi dalam jilid ini ditemani oleh sang ratu, Zubaidah binti Ja'far. Kekaisaran Romawi yang pada saat itu beribukota di Konstantinopel juga meluncur dari mulut Syahrazad. Ada juga kisah Kekaisaran Persia, kisah kebijaksanaan Khulafaur Rasyidin, Mua'wiyah bin Abi Sufyan, Umar bin Abdul Aziz, Kusraw Nusyirwan, Yazdazir, dan lain-lain. Ajaran-ajaran sufi besar juga muncul dalam jilid yang penuh drama, tragedi, perang antar agama, dan kisah fantasi lainnya. 
  • Jilid ke-3 dimulai dari malam ke-129 hingga malam ke-267. Ada kisah cinta antara Tajul Muluk dengan Sayyidah Dunya. Kisah yang berangkai-rangkai hingga berbelit-belit. Agar raja tak bosan, Syahrazad juga meramu kisah cinta antara Pangeran Ali bin Bakar dan Putri Syamsun Nahar. Dalam hikayat Raja Qamaruzzaman, muncul kisah peperangan, perebutan kekuasaan, intrik politik, perselingkuhan, dan alienasi budaya.
  • Jilid ke-4 dimulai pada malam ke-268 hingga malam ke-455. Ada hikayat percintaan Na'mah dan budaknya yang bernama Ni'am. Kisah menakjubkan tentang Aladin (Alauddin Abu Syamat) dapat kita baca dalam jilid ke-4 ini. Selanjutnya kisas horor Hatim Ath-Tha'i, si dermawan Ma'an bin Zaidah. Kisah cinta Khalifah Al-Ma'mun dengan Khadijah binti Hasan. Ada juga kisah perselingkuhan tukang rumput dengan selir para pejabat, cerita Abu Muhammad Al-Kaslan, kisah melodrama Ali Syar dengan kekasihnya, Zamrud. Yang mengejutkan lagi ada kisah putri raja yang hiperseksual dan petualangan birahinya dengan binatang. 
  • Jilid ke-5 dimulai pada malam ke-456 hingga malam ke-588. Di sini ada kisah legendaris dari Sinbad, sosok pelaut ulung yang jatuh bangun melawan debur ombak. Kisah emosional Hasib Karimuddin. Ada juga kisah perseteruan antar seorang pangeran dan selir raja yang paling terhormat.
  • Jilid ke-6 mulai malam ke-589 hingga malam ke-737. Ada kisah cinta gila Raja Saiful Muluk pada perempuan bernama Putri Badi'atul Jamal. Kisah pemberontakan Ibrahim bin Al-Mahdi terhdap Khalifah Al-Ma'mun. Lalu ada mistik cincin Nabi Sulaiman, pencarian Khalifah Mu'awiyah bin Abi Sufyan akan kota emas, keadilan penguasa Persia kuno, dan hikmah Malik bin Dinar.
  • Jilid ke-7 diawali pada malam ke-738 sampai malam ke-879. Ada kisah petualangan lelaki asal Basrah, Hasan Ash-Sha'igh Al-Bashri untuk menjerat hati sang pujaannya, putri Manar Sana. Lalu ia harus menghadapi badai yang menerpa rumah tangganya, serta penaklukan terhadap Kerajaan Waq Waq, kerajaan yang dikuasai oleh raja jin. Ada juga kisah renungan sufistik. 
  • Jilid ke-8 dimulai pada malam ke-880 hingga selanjutnya. Setidaknya ada tiga kisah besar dalam jilid terakhir ini, yaitu tentang Raja Julayad. Kedua kisah tentang huru-hara perang antara dua kerajaan besar. Dan ketiga kisah tentang Ma'ruf Al-Iskafi.

Kedelapan jilid buku "Kisah 1001 Malam" harus kita nikmati dengan santai. Jika ada yang awam dengan nama-nama tokoh berbau Arab, memang agak susah untuk mengikuti alur ceritanya. Apalagi terdapat beberapa nama yang hampir sama, terkadang berhasil mengecoh kita atau abai pada beberapa tokoh sebelumnya. 

Mengapa Harus Baca "Kisah 1001 Malam"?

Ada empat alasan utama kenapa kamu harus membaca buku ini:

  1. Kaya hikmah dan perumpamaan hidup. Banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kisah-kisah tersebut. Syahrazad senantiasa menanamkan benih-benih hikmah dalam setiap tuturnya melalui perumpamaan dan syair.
  2. Memperluas wawasan tentang sejarah, budaya, dan peradaban Islam. Kisah-kisah berlatar belakang Arab dan budaya Islam menjadi salah satu metode untuk memperkenalkannya pada dunia.
  3. Menginspirasi sastra dunia hingga masa kini. Sebagai salah satu karya sastra abadi, "Kisah 1001 Malam" menjadi inspirasi dalam setiap karya sastra baru lainnya. Ia tak pernah lekang oleh waktu dan terus berkontribusi terhadap perkembangan sastra modern.
  4. Membawa hiburan, khayalan, dan nilai spiritual yang mendalam. Kisah-kisah fantasi memancing daya imajinasi kita untuk merenungkan setiap peristiwa masa lalu. Cerita yang penuh drama sebagai hiburan bagi pelipur hati.   

Identitas Buku
Judul Buku Kisah 1001 Malam (8 Jilid)
Terjemahan dari Alfu Lailah wa Lailah
Penyusun Abu Abdullah Muhammad Al-Jihsiyari
Penerjemah Muhammad Halabi
Penerbit Diva Press
Tahun 2018 (Cetakan Pertama)
ISBN  978-602-391-575-0
Harga -
Lebih lamaTerbaru

Posting Komentar